Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook Like











Ads google test

Anilin

Anilin

Anilin, fenilamina atau aminobenzena ialah senyawa organik dengan rumus C6H5NH2. Terdiri dari gugus fenil yang melekat pada gugus amino, anilin merupakan amina aromatik prototipikal. Sebagai prekursor, zat pemula untuk banyak industri zat kimia, kegunaan utamanya ialah dalam pembuatan prekursor untuk poliuretan. Seperti kebanyakan amina volatil, anilin memiliki bau agak tidak menyenangkan dari bau ikan busuk. Anilin mudah menyala, terbakar dengan nyala berasap yang karakteristik dari senyawa aromatik.

Anilin merupakan cairan minyak tak berwarna yang mudah menjadi coklat karena oksidasi atau terkena cahaya, bau dan cita rasa khas, basa organik penting karena merupakan dasar bagi banyak zat warna dan obat toksik bila terkena, terhirup, atau terserap kulit. Senyawa ini merupakan dasar untuk pembuatan zat warna diazo. Anilin dapat diubah menjadi garam diazoinum dengan bantuan asam nitrit dan asam klorida






rumus molekul



Rumus molekul: C6H5NH2
Berat molekul: 93,13 gr/mol
Penampilan: Cairan tak berwarna sampai kuning
Densitas: 1,0217 gr/mL, cairan
Titik lebur: −6,3 °C; 20,7 °F; 266,8 K
Titik didih: 184,13 °C; 363,43 °F; 457,28 K
Kelarutan dalam air: 3,6 gr/100 mL pada 20 °C
Kebasaan (pKb): 9,3
Viskositas: 3,71 cP (3,71 mPa.s pada 25 °C
Entalpi pembakaran standar ΔcHo298: -3394 kJ/mol
Titik nyala: 70 °C; 158 °F; 343 K
Suhu menyala sendiri: 770 °C; 1,420 °F; 1,040 K
Klasifikasi Uni Eropa: Toksik (T); Karsinogenik Cat.3; Mutagenik Cat.3; Berbahaya untuk lingkungan (N)
MSDS: MSDS eksternal



 pembuatan anilin


1.      Aminasi Chlorobenzen
Pada proses aminasi chlorobenzen menggunakan zat pereaksi amoniak cair, dalam fasa cair dengan katalis Tembaga Oxide dipanaskan akan menghasilkan  85 - 90 % anilin. Sedangkan katalis yang aktif untuk reaksi ini adalah Tembaga Khlorid yang terbentuk dari hasil reaksi samping ammonium khlorid dengan Tembaga Oxide. Mula - mula amoniak cair dimasukkan ke dalam mixer dan pada saat bersamaan chlorobenzen dimasukkan pula, tekanan di dalam mixer adalah 200 atm. Dari mixer campuran chlorobenzen dengan amoniak dilewatkan ke preheater kemudian masuk ke reaktor dengan suhu reaksi 235 °C dan tekanan 200 atm. Pada reaksi ini ammonia cair yang digunakan adalah berlebihan. Dengan menggunakan katalis tertentu, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
C6H5Cl  +  2 NH3          ===>        C6H5NH2+  NH4Cl
Pada proses aminasi chlorobenzen, hasil yang diperoleh berupa nitro anilin dengan yield yang dihasilkan adalah 96 %  ( Groggins, 1958 ).

2.      Reduksi Nitrobenzen
a.      Reduksi fasa cair
Untuk fasa cair, nitrobenzen direduksi dengan hidrogen dalam suasana asam ( HCl ) serta adanya iron boring, dengan suhu sekitar 135 - 170 °C dan tekanan antara 50 - 500 atm, dimana asam ini akan mengikat oksigen sehingga akan terbentuk air, dengan bantuan katalis Fe2O3 reaksinya sebagai berikut :
     4 C6H5NO2  +  11 H2     ===>       4 C6H5NH2 +  8 H2O
( Faith and Keyes, DB, 1957 )
Proses reduksi dalam fasa cair sudah tidak digunakan lagi karena tekanan yang digunakan tinggi sehingga kurang effisien dari segi ekonomis dan teknis. Yield yang dihasilkan adalah 95 %( John Wiley and Sons. Inc, 1957 ).
b.     Reduksi fasa gas
Proses pembuatan anilin dari reduksi nitrobenzen dalam fasa gas, sebagai pereduksi adalah gas hidrogen dan untuk mempercepat reaksi dibantu dengan katalisator Nikel Oksid, reaksinya sebagai berikut :
C6H5NO2  +  3 H2         ===>          C6H5NH2 + 2H2O
Pada proses reduksi fasa gas dengan suhu didalam reaktor sekitar 275 - 350 °C dan tekanan 1,4 atm, reaksi yang terjadi adalah reaksi eksotermis karena mengeluarkan panas. Yield yang dihasilkan pada prosese ini adalah 98 % dan kemurnian dari hasil ( anilin ) yang tinggi ini ( 99 % ) mengakibatkan anilin dari segi komersial dapat digunakan ( Faith and Keyes, DB, 1957 ).

Penggunaan Analin

-  bahan peledak.                                                              
-  Bahan bakar roket.
-  Pembuatan zat warna diazo.
-  Obat-obatan



Sifat Fisika Anilin


·      Berupa zat cair seperti minyak

·      Sukar larut dalam air

·      Beracun

·      Titik didih 184oC

·      Titik leleh -6oC

·      Berat molekul 93

·      Berat jenis 1.02 gr/ml

·      Indeks bias 1.58

0 komentar:

Posting Komentar