Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook Like











Ads google test

ASAM SITRAT ( fungsi dan manfaat )

ASAM SITRAT ( fungsi dan manfaat )


http://resepkimiaindustri.blogspot.com/

Asam sitrat adalah

Asam sitrat adalah
asam yang terdapat pada buah dan sayuran. Pada buah jeruk terdapat kandungan asam sitrat sekitar 6-8%. Selain itu asam sitrat juga ditemukanpada buah pir, nanas, arbei, dan ceri. Pada hewan terdapat dalam darah, air seni, danberbagai cairan tubuh lainya.Produksi asam sitrat seluruh dunia terutama dimanfaatkan untuk industrimakanan dan minuman sekitar 70%, industri farmasi 12%, dan isaya 18% untuk berbagai industri lainnya.Pada industri makanan dan minuman mempergunakan asam sitrat untuk berbagai keperluan karena kelarutan asam sitrat yang relatif tinggi, tidak beracun,dan menghasilkan rasa asam yang disukai. Asam sitrat sering digunakan sebagaipegawet, pencegah rusaknya warna dan aroma, menjaga turbiditas, penghambatterjadinya oksidasi dan masih banyak lagi.



SIFAT DAN PERUBAHAN FASE ASAM SITRAT



Rumus kimia C6H8O7, atau:
CH2(COOH)•COH(COOH)•CH2(COOH)
Bobot rumus 192,13 u
Nama lain asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksila
Sifat perubahan fase
Titik lebur 426 K (153 °C)
Temperatur penguraian termal 448 K (175 °C)
Sifat asam-basa
pKa1 3,15
pKa2 4,77
pKa3 6,40
Sifat padatan
ΔfH0 -1543,8 kJ/mol
S0 252,1 J/(mol·K)
Cp 226,5 J/(mol·K)
Densitas 1,665 ×103 kg/m3


Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di bawah. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air (lihat keterangan tentang kegunaan di bawah).
Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal berwarna putih. Serbuk kristal tersebut dapat berupa bentuk anhydrous (bebas air), atau bentuk monohidrat yang mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk anhydrous asam sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous dengan pemanasan di atas 74 °C. Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan melepaskan karbon dioksida dan air.

MANFAAT DAN KEGUNAAN ASAM SITRAT


Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif makanan (E number ) adalah E330. Garam sitrat dengan berbagai jenis logam digunakan untuk menyediakan logam tersebut (sebagai bentuk biologis) dalam banyak suplemen makanan. Sifat sitrat sebagai larutan penyanggadigunakan sebagai pengendali pH dalam larutan pembersih dalam rumah tangga dan obat-obatan.
Kemampuan asam sitrat untuk meng-kelat logam menjadikannya berguna sebagai bahan sabun dandeterjen. Dengan meng-kelat logam pada air sadah, asam sitrat memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan zat penghilang kesadahan. Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.
Asam sitrat digunakan di dalam industri bioteknologi dan obat-obatan untuk melapisi (passivate) pipa mesin dalam proses kemurnian tinggi sebagai ganti asam nitrat, karena asam nitrat dapat menjadi zat berbahaya setelah digunakan untuk keperluan tersebut, sementara asam sitrat tidak.
Asam sitrat dapat pula ditambahkan pada es krim untuk menjaga terpisahnya gelembung-gelembunglemak.
Dalam resep makanan, asam sitrat dapat digunakan sebagai pengganti sari jeruk.


SEJARAH ASAM SITRAT

Asam sitrat diyakini ditemukan oleh alkimiawan Arab-Yemen (kelahiran Iran) yang hidup pada abad ke-8, Jabir Ibn Hayyan. Pada zaman pertengahan, para ilmuwan Eropa membahas sifat asam sari buah lemon dan limau; hal tersebut tercatat dalam ensiklopedia Speculum Majus (Cermin Agung) dari abad ke-13 yang dikumpulkan oleh Vincent dari Beauvais. Asam sitrat pertama kali diisolasi pada tahun 1784 oleh kimiawan Swedia, Carl Wilhelm Scheele, yang mengkristalkannya dari sari buah lemon. Pembuatan asam sitrat skala industri dimulai pada tahun 1860, terutama mengandalkan produksi jeruk dari Italia.

Pada tahun 1893, C. Wehmer menemukan bahwa kapang Penicillium dapat membentuk asam sitrat dari gula. Namun, pembuatan asam sitrat dengan mikroba secara industri tidaklah nyata sampai Perang Dunia I mengacaukan ekspor jeruk dari Italia. Pada tahun 1917, kimiawan pangan Amerika, James Currie menemukan bahwa galur tertentu kapang Aspergillus niger dapat menghasilkan asam sitrat secara efisien, dan perusahaan kimia Pfizer memulai produksi asam sitrat skala industri dengan cara tersebut dua tahun kemudian


PROSES PEMBUATAN ASAM SITRAT

Dalam proses produksi asam sitrat yang sampai saat ini lazim digunakan, biakan kapang Aspergillus niger diberi sukrosa agar membentuk asam sitrat. Setelah kapang disaring dari larutan yang dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan cara mengendapkannya dengan kalsium hidroksida membentuk garam kalsium sitrat. Asam sitrat di-regenerasi-kan dari kalsium sitrat dengan penambahan asam sulfat.
Cara lain pengisolasian asam sitrat dari hasil fermentasi adalah dengan ekstraksi menggunakan larutan hidrokarbon senyawa basa organik trilaurilamina yang diikuti dengan re-ekstraksi dari larutan organik tersebut dengan air.

GLISERIN ( GLYCERINE ) manfaat kegunaan fungsi

GLISERIN ( GLYCERINE ) 


http://resepkimiaindustri.blogspot.com/



Sifat
Nilai


Bobot molekul
92,09382 g/mol
Viskositas pada suhu 20°C
1499 cP
Panas spesifik pada suhu 26°C
0,5795 kal/g
Densitas
1,261 g/cm³
Titik leleh
18°C
Titik didih
290°

 Gliserin adalah cairan kental yang tidak berwarna dan rasanya manis. Gliserin memiliki titik didih tinggi dan membeku dalam bentuk pasta. Yang paling umum digunakan gliserin adalah dalam sabun dan produk kecantikan lainnya seperti lotion, atau bahkan digunakan untuk membuat dinamit (dalam bentuk nitrogliserin).

Cairan ini sangat populer dalam produk kecantikan karena merupakan humektan - itu menyerap air dari lingkungan. Dengan demikian, gliserin dapat membantu untuk menyegel kelembaban. Tidak hanya itu, gliserin digunakan dalam proses pembuatan sabun. Banyak produsen sabun menggunakan ekstrak gliserin selama proses pembuatan sabun untuk digunakan dalam produk yang lebih mahal. Dalam setiap sabun, dapat ditambahkan untuk menghasilkan sabun yang bagus dengan pelembab yang berkualitas, termasuk meningkatkan kualitas pembersihan sabun.

Gliserin dapat dilarutkan dengan mudah menjadi alkohol dan air tetapi tidak menjadi minyak. Senyawa kimia murni disebut Gliserol, yang menunjukkan bahwa itu adalah alkohol.

Gliserin mudah menyerap air dari udara sekitarnya, berarti gliserin bersifat higroskopis. Jika ada gliserin dibiarkan di tempat terbuka, gliserin tersebut akan menyerap air dari udara sekitarnya hingga cairan tersebut mengandung 20% air. Jika gliserin ditempatkan di lidah akan membuat lidah kering karena dehidrasi. Ketika produk kecantikan yang mengandung senyawa ini digunakan pada kulit sebagai pelembab, maka gliserin dapat membantu menjaga kelembaban kulit tersebut.

Bahan dasar pembuatan gliserin berubah dari waktu ke waktu. Pada tahun 1889, misalnya, gliserin bisa didapatkan dari para pengrajin lilin. Pada saat itu, lilin yang terbuat dari lemak hewan yang berfungsi sebagai bahan dasar pembuatan gliserin. Proses ekstraksinya cukup rumit dan ada beberapa cara untuk melakukannya. Cara termudah adalah dengan mencampur lemak dengan larutan alkali. Ketika dua dicampur, sabun terbentuk dan gliserin kemudian terbentuk.



MANFAAT GISERIN ( GLYCERINE )KEGUNAAN GLISERIN (GLYCERINE ) 

FUNGSI GLISERIN ( GLYCERINE )


Makanan dan Minuman.

- Berfungsi sebagai humektan, pelarut dan pemanis, dapat membantu juga sebagai pengawet makanan.
- Dapat dijadikan sebagai Pengemulsi makanan.
- Digunakan dalam pembuatan ester poligliserol masuk ke shortening dan margarin.
- Digunakan sebagai filler rendah lemak dalam produk makanan (yaitu, cookie), atau Rokok
- Pelarut untuk rasa (seperti vanili) dan pewarna makanan.
- Humectant dan pelunakan dalam permen, kue dan penutup daging dan keju.

KOSMETIK

- Mengatasi masalah kulit kering seperti eksim dan prosiasis
- Pembersih muka untuk mencegah dan mengurangi jerawat
- Untuk bibir, dapat mengobati masalah bibir kering dan pecah-pecah
- Memperlambat penuaan pada kulit dengan mengurangi garis-garis halus dan kerutan pada wajah
- Pelembab wajah, dan lain-laiN

Polieter Poliol:
Salah satu bahan baku utama untuk pembuatan poliol untuk busa fleksibel, dan pada tingkat yang lebih rendah busa poliuretan kaku
Digunakan dalam lapisan permukaan dan cat
Digunakan sebagai pelembut dan plasticizer untuk memberikan fleksibilitas, kelenturan dan ketangguhan
Penggunaan penutup makanan termasuk daging, penutup kolagen (aplikasi medis) dan nonmeat packagin
Glycerine adalah inisiator yang bisa di tambahkan propilena oksida / etilena oksida.
Alkid Resin dan Plastik


Kosmetik dan Obat-obatan.
Pelembut dalam Sabun
Pemanis di dalam Pasta gigi
Campuran Obat batuk
campuran Shampo

LAIN - LAIN
Industri kertas sebagai zat pelembab, plasticizer dan pelumas
Humektan untuk makanan hewan peliharaan untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan palatabilitas
Digunakan dalam pelumas, ukuran dan pelunakan benang dan kain
Aplikasi paten telah diajukan untuk pelunak deterjen dan surfaktan berdasarkan gliserin (yaitu, alkil gliseril eter) bukan senyawa amonium kuaterner.


SILICON ( SI )

SILICON ( SI )


http://resepkimiaindustri.blogspot.com/

Nomor atom: 14
Massa atom: 28,0855 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 1,8
Densitas: 2,33 g/cm-3 pada 20 °C
Titik lebur: 1410 °C
Titik didih: 3265 °C
Radius Vanderwaals: 0,132 nm
Radius ionik: 0,271 (-4) nm, 0,041 (4)
Isotop: 5
Energi ionisasi pertama: 786,3 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 1.576,5 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 3.228,3 kJ/mol
Energi ionisasi keempat: 4.354,4 kJ/mol
Ditemukan oleh: Jons Berzelius pada tahun 1823



 Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor atom 14. Silikon merupakan elemen terbanyak kedelapan di alam semesta dari segi massanya, tapi sangat jarang ditemukan dalam bentuk murni di alam. Silikon paling banyak terdistribusi pada debu, pasir, planetoid, dan planet dalam berbagai bentuk seperti silikon dioksida atau silikat. Lebih dari 90% kerak bumi terdiri dari mineral silikat, menjadikan silikon sebagai unsur kedua paling melimpah di kerak bumi (sekitar 28% massa) setelah oksigen.
Silikon bukan termasuk benda yang awam bagi masyarakat. Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikon. Unsur silikon juga berperan besar terhadap ekonomi modern dan silikon juga merupakan elemen esensial pada biologi, meskipun hanya dibutuhkan hewan dalam jumlah amat kecil.
Banyak masyarakat dengan ekonomi tinggi menggunakan silikon yang memiliki harga yang tidak murah itu, tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana sifat dari silikon itu, apakah berdampak positif atau negatif.

Silikon yang eksis di alam terdiri dari 3 isotop yang stabil, yaitu silikon-28, silikon-29, dan silikon-30, dengan silikon-28 yang paling melimpah (92% kelimpahan alami).[9] Out of these, only silicon-29 is of use in NMR and EPR spectroscopy.[10] Dua puluh radioisotop telah diketahui, dengan silikon-32 sebagai yang paling stabil dengan paruh waktu 170 tahun dan silikon-31 dengan waktu paruh 157,3 menit.[9] Sisa isotop radioaktif lainnya mempunyai paruh waktu kurang dari 7 detik dan kebanyakan malah kurang dari 0,1 detik.[9] Silikon tidak mempunyai isomer nuklir.[9]

Isotop dari silikon mempunyai nomor massa berkisar antara 22 sampai 44.[9] Bentuk peluruhan paling umum dari 6 isotop yang nomor massanya dibawah isotop paling stabil (silikon-28) adalah β+, utamanya membentuk isotop aluminium (13 proton) sebagaiproduk peluruhannya.[9] Untuk 16 isotop yang nomor massanya diatas 28, bentuk peluruhan paling umumnya adalah β−, utamanya membentuk isotop fosfor (15 proton) sebagai produk peluruhan.[9]

SEJARAH SILICON

Davy pada tahun 1800 menganggap silikon sebagai senyawa, daripada suatu unsur. Sebelas tahun kemudian pada tahun 1811 Gay Lussac dan Thenard berpendapat bahwa Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14. Silikon merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen, di dalam kerak Bumi Silikon mencapai hampir 25,7%.
 Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Silikon dialam terdapat dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir, kebanyakan dalam bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat.
Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon yaitu : tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik.
Sebagian besar silikon berfungsi  sebagai komponen batu silikat dan unsur bebasnya tidak ditemukan di alam. Oleh karena itu, silikon dihasilkan dengan mereduksi kuarsa dan pasir dengan karbon berkualitas tinggi dengan menggunakan alat tungku listrik dengan menggunakan elektroda karbon. Beberapa metoda lainnya dapat digunakan untuk mempersiapkan unsur ini. Amorphous silikon dapat dipersiapkan sebagai bubuk cokelat yang dapat dicairkan atau diuapkan. Proses Czochralski biasanya digunakan untuk memproduksi kristal-kristal silikon yang digunakan untuk peralatan semikonduktor. Silikon super murni dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi termal triklorosilan ultra murni dalam atmosfir hidrogen dan dengan proses vacuum floatzo.
 Silikon dengan kemurnian tinggi dihasilkan dengan reduksi SiHCl3 dengan menggunakan hidrogen. SiHCl3 dihasilkan dengan melakukan hidrokhlorasi.Silikon berkemurnian rendah diikuti dengan  pemurnian.
Pada tahun 1824 Berzelius, yang dianggap sebagai penemu pertama silikon, mempersiapkan amorphous silikon dengan metode yang sama dan kemudian memurnikannya dengna membuang fluosilika dengan membersihkannya berulang kali. Deville pada tahun 1854 pertama kali mempersiapkan silikon kristal, bentuk alotropik kedua unsur ini

MANFAAT SILICON


Silikon merupakan komponen utama dari kaca, semen, keramik, sebagian besar perangkat semikonduktor, dan silikon (zat plastik yang sering tercampur baur dengan logam silikon).
Silikon juga merupakan konstituen penting dari beberapa jenis baja dan merupakan bahan tahan api yang digunakan dalam pembuatan enamel dan tembikar.
Unsur silikon dan senyawa intermetaliknya banyak digunakan sebagai paduan untuk membentuk aluminium, magnesium, tembaga, dan logam lainnya yang memiliki ketahanan tinggi.
Silikon metalurgi dengan kemurnian 98-99% digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan organosilicic dan resin silikon, segel, serta pelumas.
Dalam bidang elektronik, chip silikon digunakan dalam berbagai peralatan elektronik. Sel surya juga menggunakan irisan tipis kristal silikon sebagai salah satu komponen utamanya.
Silikon dioksida digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi unsur silikon dan silikon karbida. Kristal silikon berukuran besar digunakan untuk gelas piezoelektrik.
Dispersi koloid silikon dalam air digunakan sebagai agen pelapis dan sebagai bahan untuk pembuatan enamel tertentu.


EFEK NEGATIF SILICON

Silikon terutama ditemukan dalam jaringan ikat dan kulit.
Silikon merupakan unsur tidak beracun dalam bentuk alaminya seperti pada silika dan silikat.
Debu silikon memiliki sedikit dampak buruk pada paru-paru dan tidak memicu penyakit organik signifikan.
Silikon dapat menyebabkan efek pernapasan kronis terutama dalam bentuk kristal silika (silikon dioksida).
Namun, kemungkinan terbentuknya kristal silika di alam amat kecil. Kristal silika umumnya akan mempengaruhi orang-orang yang bekerja di pertambangan, di industri tembikar, pertambangan granit, dan industri yang melibatkan tanah diatom.
Kristal silikon dikenal mengiritasi kulit dan mata. Menghirup komponen ini akan menyebabkan iritasi pada paru-paru dan selaput lendir.
Beberapa penelitian epidemiologi melaporkan angka signifikan atas kematian atau kasus gangguan imunologi pada pekerja yang terpapar silika.
Penyakit dan gangguan yang ditemui termasuk skleroderma, rheumatoid arthritis, lupus eritematosus sistemik, dan sarkoidosis.

ASAM KLORIDA ( HCL )

ASAM KLORIDA ( HCL )



http://resepkimiaindustri.blogspot.com/

 hidrogen klorida( HCl ) mempunyai rumus HCl. Pada suhu kamar, HCl adalah gas tidak berwarna yang membentuk kabut putih Asam klorida ketika melakukan kontak dengan kelembaban udara. Rumus HCl seringkali digunakan untuk menyebut zat ini, walaupun tidak tepat, ditulis dan disebut untuk merujuk pada asam klorida.

Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.

Sejarah HCL



 Sejak Revolusi Industri, senyawa ini menjadi sangat penting dan digunakan untuk berbagai tujuan, meliputi produksi massal senyawa kimia organik seperti vinil klorida untuk plastik PVC dan MDI/TDI untuk poliuretana. Kegunaan kecil lainnya meliputi penggunaan dalam pembersih rumah, produksi gelatin, dan aditif makanan. Sekitar 20 juta ton gas HCl diproduksi setiap tahunnya.
  Asam klorida pertama kali ditemukan sekitar tahun 800 sesudah masehi oleh ahli kimia Jabir bin Hayyan (Geber) dengan mencampurkan natrium klorida dengan asam sulfat ("vitriol"). Jabir menemukan banyak senyawa-senyawa kimia penting lainnya, dan mencatat penemuannya ke dalam lebih dari dua puluh buku. Penemuan Jabir atas air raja yang dapat melarutkan emas mengandung asam klorida dan asam nitrat.


Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa ia dapat berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam klorida, H+ ini bergabung dengan molekul air membentuk ion hidronium, H3O+:
HCl + H2O → H3O+ + Cl−
Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida, Cl−. Asam klorida oleh karenanya dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium klorida. Asam klorida adalah asam kuat karena ia berdisosiasi penuh dalam air.
Asam monoprotik memiliki satu tetapan disosiasi asam, Ka, yang mengindikasikan tingkat disosiasi zat tersebut dalam air. Untuk asam kuat seperti HCl, nilai Ka cukup besar. Beberapa usaha perhitungan teoritis telah dilakukan untuk menghitung nilai Ka HCl. Ketika garam klorida seperti NaCl ditambahkan ke larutan HCl, ia tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa Cl− adalah konjugat basa yang sangat lemah dan HCl secara penuh berdisosiasi dalam larutan tersebut. Untuk larutan asam klorida yang kuat, asumsi bahwa molaritas H+ sama dengan molaritas HCl cukuplah baik, dengan ketepatan mencapai empat digit angka bermakna.

Dari tujuh asam mineral kuat dalam kimia, asam klorida merupakan asam monoprotik yang paling sulit menjalani reaksi redoks. Ia juga merupakan asam kuat yang paling tidak berbahaya untuk ditangani dibandingkan dengan asam kuat lainnya. Walaupun asam, ia mengandung ion klorida yang tidak reaktif dan tidak beracun. Asam klorida dalam konsentrasi menengah cukup stabil untuk disimpan dan terus mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah, asam klorida merupakan reagen pengasam yang sangat baik.

Asam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk menentukan jumlah basa. Asam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik oleh karena titik akhir yang jelas. Asam klorida azeotropik (kira-kira 20,2%) dapat digunakan sebagai standar primer dalam analisis kuantitatif, walaupun konsentrasinya bergantung pada tekanan atmosfernya ketika dibuat.
Asam klorida sering digunakan dalam analisis kimia untuk "mencerna" sampel-sampel analisis. Asam klorida pekat melarutkan banyak jenis logam dan menghasilkan logam klorida dan gas hidrogen. Ia juga bereaksi dengan senyawa dasar semacam kalsium karbonat dan tembaga(II) oksida, menghasilkan klorida terlarut yang dapat dianalisa.

 Asam klorida dibuat dengan melarutkan hidrogen klorida ke dalam air. Hidrogen klorida dapat dihasilkan melalui beberapa cara. Produksi skala besar asam klorida hampir selalu merupakan produk sampingan dari produksi industri senyawa kimia lainnya.

 Asam klorida diproduksi dalam bentuk larutan 38% HCl (pekat). Konsentrasi yang lebih besar daripada 40% dimungkinkan secara kimiawi, namun laju penguapan sangatlah tinggi, sehingga penyimpanan dan penanganannya harus dilakukan dalam suhu rendah. Konsentrasi HCl yang paling optimal untuk pengantaran produk adalah 30% sampai dengan 34%. Kandungan asam klorida pada kebanyakan cairan pembersih umumnya berkisar antara 10% sampai dengan 12%. Cairan pembersih tersebut harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan.


SIFAT KIMIA HCl ( ASAM KLORIDA )


Seperti disebutkan dalam pendahuluan, asam klorida adalah asam kuat, dan terbuat dari atom hidrogen dan klorin. Atom Hidrogen dan klorin berpartisipasi dalam ikatan kovalen, yang berarti bahwa hidrogen akan berbagi sepasang elektron dengan klorin. Ini ikatan kovalen hadir sampai air ditambahkan ke HCl. Setelah ditambahkan ke dalam air, HCl akan terpisah menjadi ion hidrogen (yang positif dan akan melakat pada molekul air) dan ion klorida (yang negatif).

HCl bening dan tidak berwarna ketika ditambahkan ke air. Namun, asam klorida memiliki bau yang kuat, dan mengandung rasa asam yang khas dari kebanyakan asam. Asam klorida mudah larut dalam air pada semua konsentrasi, dan memiliki titik didih sekitar 110 derajat Celcius.

Asam klorida bersifat korosif, yang berarti akan merusak dan mengikis jaringan biologis bila tersentuh. Selanjutnya, HCl dapat menyebabkan kerusakan besar internal jika terhirup atau tertelan. Untuk alasan ini, disarankan bahwa seseorang yang menangani HCl harus menggunakan sarung tangan, kacamata, dan masker saat bekerja dengan asam ini.



FUNGSI DAN MANFAAT ASAM KLORIDA
FUNGSI DAN MANFAAT HCL


- Asam klorida digunakan pada industri logam untuk menghilangkan karat atau kerak besi oksida dari besi atau baja.

- Sebagai bahan baku pembuatan vinyl klorida, yaitu monomer untuk pembuatan plastik polyvinyl chloride atau PVC.

- HCl merupakan bahan baku pembuatan besi (III) klorida (FeCl3) dan polyalumunium chloride (PAC), yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai bahan baku koagulan dan flokulan. Koagulan dan flokulan digunakan pada pengolahan air.

- Asam klorida dimanfaatkan pula untuk mengatur pH (keasaman) air limbah cair industri, sebelum dibuang ke badan air penerima.

- HCl digunakan pula dalam proses regenerasi resin penukar kation (cation exchange resin).

- Di laboratorium, asam klorida biasa digunakan untuk titrasi penentuan kadar basa dalam sebuah larutan.

- Asam klorida juga berguna sebagai bahan pembuatan cairan pembersih porselen.

- HCl digunakan pada proses produksi gelatin dan bahan aditif pada makanan.

- Pada skala industri, HCl juga digunakan dalam proses pengolahan kulit.

- Campuran asam klorida dan asam nitrat (HNO3) atau biasa disebut dengan aqua regia, adalah campuran untuk melarutkan emas.

- Kegunaan-kegunaan lain dari asam klorida diantaranya adalah pada proses produksi baterai, kembang api dan lampu blitz kamera.

 - kemudian di bidang budidaya HCl digunakan sifat korosifnya untuk proses desinfeksi baik alat atau lokasi,yang jelas hanya sifat korosifnya yang lebih dimanfaatkan.

Natrium sulfat

Natrium sulfat


http://resepkimiaindustri.blogspot.com/

Natrium sulfat, dengan rumus kimia Na2SO4, garam berwujud padatan atau kristal berwarna putih, tidak berwarna dan stabil pada temperatur normal. Nama lain dari senyawa ini adalah Bisodium Sulfat, salt cake yang larut dalam air dan gliserol. Natrium sulfat tidak beracun and tidak mudah terbakar.

FUNGSI Natrium sulfat -
- pembuatan deterjen 
- pembuatan proses Kraft pulping dari kertas.
- produksi asam klorida.
- pembuatan industri tekstil
- pembuatan dalam industri farmasi
- pembuatan gelas






Natrium sulfat biasanya diproduksi melalui proses Hargraves, dengan reaksi pembentukan sebagai berikut:

4NaCl + 2SO2 + 2H2O + O2 --> 2Na2SO4 + 4HCl


Selain melalui proses Hargraves, natrium sulfat juga dapat dihasilkan dengan cara pemurnian garam natrium sulfat (pertambangan) atau sebagai produk samping dari produksi fenol. Sementara itu di Indonesia natrium sulfat umumnya diperoleh sebagai produk samping dari industri viscose rayon.

Setidaknya ada empat produsen natrium sulfat di Indonesia, dua di Pulau Sumatera dan dua di Pulau Jawa. Mereka adalah PT. Toba Pulp Lestari (berhenti produksi sejak 2005), PT Indo Barat Rayon, PT South Pacific Viscose (keduanya berada di Purwakarta) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper (Perawang)




SEJARAH NATRIUM SULFAT


SEJARAH
Hidrat natrium sulfat dikenal sebagai Salt Glauber setelah kimiawan Belanda / Jerman dan Johann Rudolf Glauber apoteker (1604-1670), yang menemukannya pada tahun 1625 di mata air Austria. Dia menamakannya sal mirabilis (garam ajaib), karena sifat obat nya: kristal digunakan sebagai pencahar tujuan umum, sampai alternatif yang lebih canggih muncul pada tahun 1900 [1] [2].

Pada abad ke-18, garam Glauber mulai digunakan sebagai bahan baku untuk produksi industri soda abu (natrium karbonat), melalui reaksi dengan kalium (kalium karbonat). Permintaan untuk soda abu meningkat dan pasokan natrium sulfat harus meningkat sejalan. Oleh karena itu, pada abad kesembilan belas, proses Leblanc, memproduksi natrium sulfat sintetis sebagai suatu perantara kunci, menjadi metode utama produksi soda abu. [3]
Fisik dan kimia propertiesSodium sulfat secara kimiawi sangat stabil, yang tidak reaktif terhadap paling pengoksidasi atau pereduksi pada suhu normal. Pada suhu tinggi, dapat dikurangi untuk natrium sulfida: [4]

Na2SO4 + 2 C → Na2S + 2 CO2 (g)
Natrium sulfat adalah garam netral, yang membentuk larutan dengan pH 7. Netralitas solusi tersebut mencerminkan fakta bahwa Na2SO4 berasal, secara resmi berbicara, dari asam sulfat asam kuat dan basa kuat natrium hidroksida. Natrium sulfat bereaksi dengan jumlah yang setara asam sulfat untuk memberikan konsentrasi kesetimbangan dari garam asam natrium bisulfat: [5] [6]

Na2SO4 (aq) + H2SO4 (aq) ⇌ 2 NaHSO4 (aq)
Bahkan, keseimbangan ini sangat kompleks, tergantung pada konsentrasi dan temperatur, dengan garam-garam asam lainnya yang hadir.
Natrium sulfat adalah ion sulfat yang khas, mengandung Na + dan ion SO42-ion. Larutan encer dapat menghasilkan presipitat bila dikombinasikan dengan garam-garam dari Ba2 + atau Pb2 +, yang membentuk sulfat larut
Na2SO4 (aq) + BaCl2 (aq) → NaCl 2 (aq) + BaSO4 (s)

Natrium sulfat memiliki karakteristik kelarutan dalam air yang tidak biasa. [7] Its kelarutan dalam air naik lebih dari sepuluh kali lipat antara 0 ° C sampai 32,384 ° C, di mana ia mencapai maksimum 497 g / L. Pada titik ini kurva kelarutan perubahan kemiringan, dan kelarutan menjadi hampir independen suhu. Ini suhu di 32,384 ° C, sesuai dengan pelepasan air kristal dan mencairnya garam terhidrasi, berfungsi sebagai referensi suhu yang akurat untuk kalibrasi termometer.
Natrium sulfat decahydrate juga biasa di antara garam hidrat dalam memiliki entropi sisa terukur (entropi pada nol mutlak) dari 6,32 J ° K-1 · mol-1. Hal ini dianggap berasal dari kemampuannya untuk mendistribusikan air jauh lebih cepat dibandingkan dengan kebanyakan hidrat. [8]

Natrium sulfat menampilkan kecenderungan moderat untuk membentuk garam ganda. Para alums hanya dibentuk dengan logam trivalen umum adalah NaAl (SO4) 2 (tidak stabil di atas 39 ° C) dan NaCr (SO4) 2, berbeda dengan kalium sulfat dan amonium sulfat yang membentuk alums stabil banyak [9]. Garam ganda dengan beberapa lainnya sulfat logam alkali yang dikenal, termasuk Na2SO4 · 3K2SO4 yang terjadi secara alami sebagai glaserite mineral. Pembentukan glaserite dengan reaksi natrium sulfat dengan kalium klorida telah digunakan sebagai dasar dari metode untuk memproduksi kalium sulfat, pupuk [10] garam ganda lainnya termasuk 3Na2SO4. · CaSO4, MgSO4 · 3Na2SO4 (vanthoffite) dan NaF · Na2SO4. [11]
ProductionThe dunia produksi natrium sulfat, sebagian besar dalam bentuk decahydrate berjumlah sekitar 5,5 menjadi 6 juta ton per tahun (Mt / a). Pada tahun 1985, produksi adalah 4,5 Mt / setengah, dari sumber alami, dan setengah dari produksi kimia. Setelah tahun 2000, pada tingkat yang stabil sampai tahun 2006, produksi alam telah meningkat menjadi 4 Mt / a, dan produksi bahan kimia menurun menjadi 1,5 sampai 2 Mt / a, dengan total 5,5-6 Mt / a. [12] [13] [14] [15] Untuk semua aplikasi, secara alami diproduksi dan kimia natrium sulfat yang dihasilkan praktis dipertukarkan.

[sunting] pertiga Alam sourcesTwo dari produksi dunia dari decahydrate tersebut (garam Glauber) adalah dari mirabilite bentuk mineral alami, misalnya seperti yang ditemukan di tempat tidur danau di Saskatchewan selatan. Pada tahun 1990, Meksiko dan Spanyol produsen utama dunia natrium sulfat alam (masing-masing sekitar 500.000 ton), dengan Rusia, AS dan Kanada sekitar 350.000 ton masing-masing [13]. Sumber daya alam diperkirakan sebagai lebih dari 1 milyar ton. [12] [13]

Produsen utama 200,000-1,500,000 ton / tahun 2006 termasuk Searles Lembah Mineral (California, AS), Airborne Industri Mineral (Saskatchewan, Kanada), Química del Rey (Coahuila, Meksiko), Criaderos Minerales Y Derivados dan Minera de Santa Marta, juga dikenal sebagai Grupo Crimidesa (Burgos, Spanyol), FMC Foret (Toledo, Spanyol), Sulquisa (Madrid, Spanyol), dan di Cina Chengdu Sanlian Tianquan Kimia (Sichuan), Hongze Yinzhu Chemical Group (Jiangsu), Nafine Chemical Industry Group (Shanxi ), dan Provinsi Sichuan Chuanmei Mirabilite (Sichuan), dan Kuchuksulphat JSC (Altai Krai, Siberia, Rusia) [12] [14]. Dalam Saskatchewan, salah satu penambang utama adalah Saskatchewan Mineral.

Natrium sulfat anhidrat terjadi di lingkungan kering sebagai thenardite mineral. Perlahan-lahan berubah menjadi mirabilite di udara lembab. Natrium sulfat juga ditemukan sebagai glauberite, natrium sulfat mineral kalsium. Kedua mineral kurang umum daripada mirabilite.
Kimia industryAbout sepertiga dari natrium sulfat dunia diproduksi sebagai oleh-produk dari proses lainnya dalam industri kimia. Sebagian besar produksi ini secara kimia melekat pada proses primer, dan hanya sedikit ekonomis. Dengan upaya industri, oleh karena itu, natrium sulfat produksi sebagai oleh-produk menurun.

Bahan kimia yang paling penting produksi natrium sulfat selama produksi asam klorida, baik dari natrium klorida (garam) dan asam sulfat, dalam proses Mannheim, atau dari sulfur dioksida dalam proses Hargreaves [16] [17]. Para natrium sulfat dihasilkan dari proses yang dikenal sebagai kue garam.

Mannheim: 2 NaCl + H2SO4 → 2 HCl + Na2SO4
Hargreaves: 4 NaCl + 2 SO2 + O2 + 2 H2O → 4 HCl + 2 Na2SO4
Produksi utama kedua natrium sulfat adalah proses di mana asam sulfat surplus dinetralkan oleh natrium hidroksida, seperti yang diterapkan pada skala besar dalam produksi rayon. Metode ini juga merupakan persiapan laboratorium secara rutin diterapkan dan nyaman.

2 NaOH (aq) + H2SO4 (aq) → Na2SO4 (aq) + 2 H2O (l)
Di laboratorium itu juga dapat disintesis dari reaksi antara natrium bikarbonat dan magnesium sulfat.

2NaHCO3 + MgSO4 → Na2SO4 + Mg (OH) 2 + 2CO2
Sebelumnya, natrium sulfat juga oleh-produk dari pembuatan natrium dikromat, di mana asam sulfat ditambahkan ke larutan natrium dikromat kromat membentuk natrium, atau kemudian asam kromat. Atau, sulfat atau natrium dibentuk dalam produksi karbonat lithium, agen chelating, resorsinol, asam askorbat, pigmen silika, asam nitrat, dan fenol. [12]

Natrium sulfat Massal biasanya dimurnikan melalui form decahydrate, karena bentuk anhidrat cenderung untuk menarik senyawa besi dan senyawa organik. Bentuk anhidrat mudah diproduksi dari bentuk terhidrasi oleh pemanasan lembut.

Natrium sulfat besar oleh-produk produsen 50-80 Mt / a pada tahun 2006 termasuk Elementis kromium (krom industri, Puri Hayne, NC, AS), Lenzing AG (200 Mt / a, industri rayon, Lenzing, Austria), Addiseo (sebelumnya Rhodia, industri metionin, Les Roches-Roussillon, Prancis), Elementis (kromium industri, Stockton-on-Tees, Inggris), Shikoku Kimia (Tokushima, Jepang) dan Visko-R (rayon industri, Rusia)


texapon

Texapon


http://resepkimiaindustri.blogspot.com/
TEXAPON dengan nama lain seperti SLS, SLES, N-70, emal-70 dan lain lain, sebagai surfactan paling populer dibandingkan yang lain seperti LAS, ABS, LABS, ADS dll.

Texapon adalah bahan kimia yang mempunyai fungsi salah satunya mengankat lemak dan kotoran atau zat yang memiliki sifat surfaktan. texapon sudah sangat di kenal dalam industri pembuatan bahan untuk kebersihan seperti cairan pencuci piring, cairan pencuci tangan, shampoo dan lain sebagainya.

Texapon adalah surfaktan buatan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair, sampo, dan pasta gigi. Texapon disebut juga sodium laurilsulfate (C12H25SO4Na). 

harga texapon sendiri berbeda beda di setiap kota, dahulu texapon harganya mencapi Rp 27.000, tapi sekarang harga turun, rata2 Rp 20.000 / kg ( di kota solo januari 2015 )

BENTUK DAN CIRI TEXAPON

- kental
- bening
- berbusa jika di aduk di air

KEGUNAAN TEXAPON

- bahan baku pembuatan shampo rambut
- bahan baku pembuatan shampo mobil
- bahan baku pembuatan degergent
- bahan baku pembuatan sabun
- bahan baku pembuatan cairan pencuci piring
- dan masih banyak lagi


NAMA DAN FUNGSI KIMIA